Bandara
Semerbak mawar putih begitu terasa
Mentari menyambutku dengan senyuman
Menolehkan sepasang mata
Begitu terkejutnya diriku hingga kujawab dengan
senyuman
Diantara berjuta-juta pucuk teh
Kau mainkan irama penghabisan
Kata terima kasih yang terucap dari
bibir manismu
Dan itu yang ku ingat hingga kini
Kemarin, akulah tour guidemu
Membawamu terbang diantara berjuta
kembang
Mengitari nostalgianya para penjajah
yang dahulu terbakar habis karena ulahnya
Laiknya Nagasaki dan Hiroshima yang
menyakitkan
Ular besi kau tunggangi hingga tibanya
di kota ini
Seolah telah mengerti , betapa aku
membutuhkan warna lain dan kujadikan bias pelangi
Hari ini, aku masih menjadi tour
guidemu
Andai aku semahir para pemahat jepara
Bagiku engkaulah ukiran terindah yang
telah diciptakan
Meski terlalu mahal untukku, kan
kujadikan pelengkap warna di angkasa
Mengapa aku membawamu kesini?
Tempat para burung raksasa singgah,
sayap-sayap besi terbang tinggi
Entahlah,yang kumengerti hanya sampai
disini aku menjadi pemandumu
Namun, perjalanan inilah yang terindah
bersamamu
Bersamamu….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar