Halaman

Rabu, 28 Maret 2012

Bandara


Semerbak mawar putih begitu terasa
Mentari menyambutku dengan senyuman
Menolehkan sepasang mata
Begitu terkejutnya diriku hingga kujawab dengan senyuman

Diantara berjuta-juta pucuk teh
Kau mainkan irama penghabisan
Kata terima kasih yang terucap dari bibir manismu
Dan itu yang ku ingat hingga kini

Kemarin, akulah tour guidemu
Membawamu terbang diantara berjuta kembang
Mengitari nostalgianya para penjajah yang dahulu terbakar habis karena ulahnya
Laiknya Nagasaki dan Hiroshima yang menyakitkan

Ular besi kau tunggangi hingga tibanya di kota ini
Seolah telah mengerti , betapa aku membutuhkan warna lain dan kujadikan bias pelangi

Hari ini, aku masih menjadi tour guidemu
Andai aku semahir para pemahat jepara
Bagiku engkaulah ukiran terindah yang telah diciptakan
Meski terlalu mahal untukku, kan kujadikan pelengkap warna di angkasa

Mengapa aku membawamu kesini?
Tempat para burung raksasa singgah, sayap-sayap besi terbang tinggi
Entahlah,yang kumengerti hanya sampai disini aku menjadi pemandumu
Namun, perjalanan inilah yang terindah bersamamu
Bersamamu….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar