Halaman

Jumat, 14 Oktober 2011

Terbiasa

aku genggam jiwa yang tangguh
karena terbiasa dengan semua kehendak diri
dan aku miliki jiwa yang kokoh
karena terbiasa sakit dalam diri

inilah aku

saat rindu menggebu-gebu
hatiku hanya bisa menjerit
saat penantian yang kutunggu
hatiku hanya merasakan pahit

nyanyian sumbang aku lantunkan
kulukiskan wajahku diatas air secara perlahan