Riddle
Kususuri kursi demi kursi di depan
layar nan lebar
Berdiri kokoh diatas panggung teater
Bongkahan batu,kerikil,tanah juga
lumpur dan frase-frase terpisah dalam aliran sungai serta danau lava yang
mendidih
Kubawa dan kususun menjadi
tombak-tombak yang terurai
Melalui tombak terurai
Aku bisa memuntahkan bibir yang
tersenyum
Dengan tombak yang terurai
Aku bisa membedah luka yang berdarah
Melalui tombak terurai
Aku bisa menuntun keluar irama keluh
kesah
Dengan tombak terurai
Aku bisa berlari menerobos benteng
masa depan
Melalui tombak terurai
Aku bisa melukiskan masa laluku
Dengan tombak terurai
Aku bisa menembus dunia romeo dan
Juliet
Melalui tombak terurai
Aku bisa merenggut hatiku hingga
berceceran
Dengan tombak terurai
Aku bisa mengumpulkan sisa lemparannya
hingga barisan kecilpun terbentuk
Beberapa desa dibalik bukit hijau yang
begitu lugu
Telah merampas isi fikiranku
Juga memutilasi seluruh tubuhku
Hingga serpihan oragan-organ
berserakan
Namun , aku selalu bersedia
menjalaninya
Hey, engkau pembaca !!!
Sebuah teka-teki bagimu
Dari panglima perang sang
lokomotif,serta gerbong-gerbong putaran bola di antariksa
Ruangan dengan cairan merah
menyala,senjata dari perang adat, hingga para psikopat tak bernurani
Sesungguhnya mereka adalah jelmaan
dari ruh-ku yang utuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar