Halaman

Rabu, 28 Maret 2012

Riddle


Kususuri kursi demi kursi di depan layar nan lebar
Berdiri kokoh diatas panggung teater
Bongkahan batu,kerikil,tanah juga lumpur dan frase-frase terpisah dalam aliran sungai serta danau lava yang mendidih
Kubawa dan kususun menjadi tombak-tombak yang terurai

Melalui tombak terurai
Aku bisa memuntahkan bibir yang tersenyum
Dengan tombak yang terurai
Aku bisa membedah luka yang berdarah
Melalui tombak terurai
Aku bisa menuntun keluar irama keluh kesah
Dengan tombak terurai
Aku bisa berlari menerobos benteng masa depan
Melalui tombak terurai
Aku bisa melukiskan masa laluku
Dengan tombak terurai
Aku bisa menembus dunia romeo dan Juliet
Melalui tombak terurai
Aku bisa merenggut hatiku hingga berceceran
Dengan tombak terurai
Aku bisa mengumpulkan sisa lemparannya hingga barisan kecilpun terbentuk

Beberapa desa dibalik bukit hijau yang begitu lugu
Telah merampas isi fikiranku
Juga memutilasi seluruh tubuhku
Hingga serpihan oragan-organ berserakan
Namun , aku selalu bersedia menjalaninya

Hey, engkau pembaca !!!
Sebuah teka-teki bagimu
Dari panglima perang sang lokomotif,serta gerbong-gerbong putaran bola di antariksa
Ruangan dengan cairan merah menyala,senjata dari perang adat, hingga para psikopat tak bernurani
Sesungguhnya mereka adalah jelmaan dari ruh-ku yang utuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar