Petra
Serentak mata
menatap tajam pada kotak bercahaya
Ditemani
tarian jemari bersama alunan dendang taman bunga
Di ronamu
tersimpan semacam panggilan
Sebut saja
Lala !
Senyummu
memecahkan keramaian malam
Mengajakku
merasuki kelokan lorong-lorong sempit
Secangkir kopi
tersuguh di atas meja
Tak asing
bagiku !
Seakan memutar
film-filmku dalam satu pita
Membelah
bukit, menebas benalu
Mematahkan
bentangan yang mengecam masa lalu
Menyambut ladang
emas setelah shubuh dengan lontaran jumroh
Menggenggam
tangan satu sama lain
Meracik
formasi dan strategi
Hey, kami tak
kan roboh !
Karena semua
jasad bersatu
Tak kan gentar
!
Walau toga
tela terpernis di tubuhku
Terus bersorak
demi jiwa yang padu
Walau luka tak
henti berdarah
Iblis pun tak
kan mampu menembus barisan
Karena kami
adalah orkrestra yang bersorak
Di tanah biru
Kami tetap
bernada sama
Melukiskan
cerita dengan darah kami sendiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar