Favian
Sebilah belati
telah membelah kedua samudera
Tak satupun
pesiar mampu melintasinya
Dari timur
La-Nina
meledakkan impian Romeo-Juliet
Gunung es yang
begitu memukau
Telah
menghapus gaun-gaun mewah
Membakar habis
bulu-bulu jagung
Bak istana
yang tertiup angin laut
Disana, Izrail
menyembelih mimpi yang menderu
Hingga kata-kata
berdarah selalu menjadi payung dibawah langit yang kelabu
Serpihan
jeritan disambut oleh azal yang telah menganga
Ribuan
karakter musnah seketika
Para actor
yang malang ditakdirkan sebagai scenario layar lebar
Dari barat
Osilasi
Madden-Julian bertandang menuju tanah rencong
Gemuruh yang
menyapu seluruh pesisirnya
Jangan
berharap dapat terlentang dengan gaya kupu-kupu seraya mengalunkan irama yang
syahdu
Itulah harapan
yang dapat menelanjangimu
Hingga
terbaring dibawah bintang-bintang berkedip
Walaupun
engkau hanya dapat menggenggam sajak-sajak dari kutub selatan
Bercumbu
diantara dua badai yang menghimpit
Meleburkan
kerasnya dinding kesunyian
Menerka arti
torehan diatas nisan qalbu
Akankah seruan
adzan dalam lubang akan dikumandangkan
Dan aku tetap
bersemayam selamanya setelah tujuh langkah mereka meninggalkanku
Rintihan yang
begitu penuh penghayatan
Sanggupkah
diriku untuk meringis kesakitan?
Laiknya
Niagara di negeri luar sana
Linangan ini
begitu deras,terasa nyata dalam aliran yang begitu curam
Biarkanlah
diriku merajut mimpi dunia baru
Tanpa adanya
golok-golok yang berhamburan dalam hembusan nafas terakhir,terdengar begitu
halus
Lukisan
tubuhmu mengendap dalam relungku
Kapas nan
halus tumbuh menjulang hingga menembus hamparan biru serta beberapa gumpalan
asap-asap pekat membawahi asas primordialisme
Kusambangi
ruang gelap nan sesak tanpa ventilasi
Sebelumnya,aku
harap dapat bersetubuh bersama kafan yang membungkus bait-bait ragaku
Keabsahan dari
tajamnya tatapan elang
Telah meremas
fikiran hingga ulu hatiku dilumati amisnya darah kotor yang khas
Becermin
diatas riak danau
Betapa
tergetirnya hati
Tak kan
kubiarkan arwahku terlepas
Lukisan
tubuhku yang telanjang itu yang akan terpampang di depan pintu bioskopmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar