Detik Fantasiku
senja menjemput keriangan altar mimpiku
dalam dunia yang selalu disambangi
antara bahagia dan senang, terdengar deburan jiwa tanpa nama
dalam genggam senja
hanya bisa menyapa purnama
tanpa malu dan ragu. bincang berlarut hingga fajar menyambut
akhirnya kebebasan berfantasi kembali kujalani
tidak peduli dzuhur memanggil
tidak peduli ashar memanggil
selagi berjalan dalam fantasiku
namun, senja kembali menjemput absahnya khayalan
tidak pedulikah akan harapanku
tidak pedulikah akan senyumku
senja terlalu keji, menggenggam riangnya fantasiku
begitulah detik-detik fantasi berbicara
2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar