Halaman

Jumat, 05 Oktober 2012

Detik Fantasiku


Detik Fantasiku

senja menjemput keriangan altar mimpiku
dalam dunia yang selalu disambangi
antara bahagia dan senang, terdengar deburan jiwa tanpa nama

dalam genggam senja
hanya bisa menyapa purnama
tanpa malu dan ragu. bincang berlarut hingga fajar menyambut

akhirnya kebebasan berfantasi kembali kujalani
tidak peduli dzuhur memanggil
tidak peduli ashar memanggil
selagi berjalan dalam fantasiku

namun, senja kembali menjemput absahnya khayalan
tidak pedulikah akan harapanku
tidak pedulikah akan senyumku
senja terlalu keji, menggenggam riangnya fantasiku

begitulah detik-detik fantasi berbicara

2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar