Dalam dua puluh
mengapa muara menghubungkan sungai dan laut
Mengapa manusia hidup
Tersendat dalam harap
Harus sua dengan gelap
Dua puluh, sebanyak itu ibu memangku harap
Sebanyak itu ayah mengukur jalan antara pondok dan surau
Bimbang, resah mendesah
Berbisik dan tak terusik
Sementara diri menatap rambut ikal
Apa harus tetap ikal
16 september 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar