Halaman

Jumat, 05 Oktober 2012

Dalam dua puluh


Dalam dua puluh

mengapa muara menghubungkan sungai dan laut
Mengapa manusia hidup

Tersendat dalam harap
Harus sua dengan gelap
Dua puluh, sebanyak itu ibu memangku harap
Sebanyak itu ayah mengukur jalan antara pondok dan surau
Bimbang, resah mendesah
Berbisik dan tak terusik

Sementara diri menatap rambut ikal
Apa harus tetap ikal

16 september 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar