Termangu dalam gelap kamar
Entah apa yang direncanakan
Sedu tangis merajam hati lugumu, Delima
Ibumu tahu, luka ini karena langkahmu, begitupun engkau, Delima
Tak pernah tersirat akan lebih berat bebanmu kini, Delima
Tertawalah bersama buah hatimu kelak
Tersenyumlah bila engkau menatap foto kenangan masa kini di masa depan, Delima
Lari-lah, Delima
Peganglah perutmu, jangan sampai engkau terjatuh kembali DelimaDelima, engkau gagal bukan hancur
Dari gagal engkau bisa petik buah manis
Delima, engkau harus tahu
Hati dan dirimu terbuat dari sutra dan baja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar