Halaman

Rabu, 12 Oktober 2011

Masa depan dalam masa depan

 
Ayah
Tak kuasa aku meneteskan air mata ini
Saat aku memijat punggungmu karena lelahmu
Tak henti engkau membanting tulang untuk kehidupanku

Ayah
Tak kuasa aku membendung air mata ini
Pengorbananmu begitu besar untuk masa depanku
Tanpa kenal lelah kau mencari nafkah untukku

Ayah
Maafkan aku yang hanya menyia-nyiakan pengorbannmu itu
Aku hanya kenal dengan semua foya-foyaku
Tiada Pernah berfikir dengan semua keringat yang telah kau kuras dari tubuhmu

Ayah
Maafkan aku
Ayah
Pengorbananmu hanya menjadi duka bagimu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar