Halaman

Minggu, 16 Oktober 2011

Lukaku

Angin yang berhembus menyejukkan sukma
Meresap sampai ke sum-sum tulang
Rasa pedih ini mungkin tak terasa lagi
Berharap menjadi merpati bebas terbang di angkasa

Namun hembusan inilah yang membuat luka ini semakin tercabik-cabik
Mengoyak yang telah tercabik hingga daging menjadi lembut
Yang aku rasa ini,lembutnya daging yang telah tercabik-cabik kemudian ditaburi garam
Betapa pedihnya dirasa

Dibawah derasnya hujan
Aku tak temukan gubuk untukku berteduh
Aku lihat lukaku yang telah tertaburi garam
Tersirami air hujan yang pekat

Ketika angin kecil itu melintasi tubuhku
Dibawanya aroma busuk yang berasal dari lukaku ini
Kepedihan yang teramat dalam ini telah membuatku mati rasa dengan lukaku ini
Hingga kini aku tak sanggup lagi menoleh lagi lukaku ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar